Hal Yang Dipaksakan Dalam Hubungan Hanya Akan Membuat Trauma

Kenapa Lebih Baik Pacaran Tidak Tinggal Bersama 

Dalam hubungan yang toxic, memang yang menahan untuk terus mempertahankan hubungan itu adalah rasa sayang, dan rasa kasihan. Tapi bagaimana jika yang anda alami, mempertahankan hubungan karena sudah tidak ada rasa sayang, tapi rasa takut? Apakah itu akan bekerja pada anda?

Hal Yang Dipaksakan Dalam Hubungan Hanya Akan Membuat Trauma

Saya sendiri yang mengalami hal tersebut. Saya sendiri yang mengalami moment dan menjalani hubungan dimana saya sudah tidak ada rasa sayang sudah tidak ada rasa cinta, dan saya masih harus mempertahankan hubungan itu, karena rasa takut. Dan itu rasanya tidak enak. Selama setahun lebih saya berada dan menjalani hubungan yang tidak sehat. Dan dampaknya saya jadi menyakiti diri saya sendiri dan pasangan saya. Rasanya memang tidak adil, dia sudah sangat sayang pada saya, sudah memberikan semuanya untuk saya, tapi saya malah pergi meninggalkan.

Sehingga perasaan bersalah itulah yang membuat saya terus bertahan dihubungan itu. Saya mencoba apresiasi semua yang dia berikan. Saya mencoba mencari sisi lain sehingga saya bisa merasa cinta lagi. Tapi sikapnya yang mudah marah, mudah emosi, dan saat marah, itu tidak bisa ditahan. Kata-kata yang keluar dari mulutnya menjadi sangat tajam, dan bahkan bisa membuat mentalku hancur. Dan saya berusaha untuk bisa menerima itu. Dia orang baik. Sangat baik. Kekurangannya hanya emosian saja. Dia loyal, dia setia, dan dia bertanggung jawab.

Untuk tipe idaman sebagai pasangan dia sudah memenuhi itu. Dia juga romantis, dan memiliki inisiatif yang tinggi. Tapi itu, emosinya itu tidak bisa saya imbangi. Sehingga saya pun merasa jika kurang nya hanya emosi, hanya itu saja. tapi selebihnya dia okey. Kenapa harus menyerah. Dan itulah yang membuat saya masih bisa bertahan sampai 2 tahun lebih. Dan itulah alasan kenapa saya bertahan setahun lebih dengan perasaan yang sudah tidak ada. Saya masih mencoba, saya pun juga sudah beberapa kali mencoba mengakhiri, tapi dia tidak mau, sehingga saya masih bertahan dengan hubugnan itu. Dan karena saya paksakan, sampai membuat saya trauma.